Sejarah panjang perbudakan dan rasisme di Amerika Serikat menjadi latar belakang dari salah satu makna penting kepresidenan Obama. Rosa Parks dengan aksi militan tanpa kekerasan menjadi salah satu titik penting dalam arus sejarah ini. Hari itu 21 Desember 1956 Rosa Parks menumpangi sebuah bis di Montgomery, Alabama, sebagai bentu aksi boycott menentang peraturan yang menentukan posisi kulit hitam dan putih dalam bis. Peraturannya sederhana: Yang kulit putih duduk di baris paling depan terus sampai ke belakang. Sebaliknya yang kulit hitam duduk di baris paling belakang terus sampai ke depan. Berarti, setiap kali seorang kulit hitam naik dia harus menuju baris paling belakang. Kalau kemudian bis penuh dan bagian belakang sampai tengah dipenuhi kulit hitam, lalu seorang kulit putih naik, maka si kulit hitam yang 'kebetulan' mendapat posisi di baris tengah harus berdiri dan 'memberikan' tempat duduknya pada si kulit putih. Peraturan itu berakar pada ideologi rasis yang memisahkan manusia atas nama warna kulit, dan karenanya mendiskriminasi masyarakat kulit hitam. Ideologinya jelas: Manusia kulit hitam tidak setara, inferior, lebih rendah dari manusia kulit putih. Karena itu kedua golongan manusia ini tidak boleh disatukan karena yang hitam akan menodai, bahkan merusak kesucian yang putih. Karena itu yang hitam tidak boleh dicampur dengan yang putih. Rosa Parks dengan teguh duduk walaupun laki-laki muda kulit putih menghina dan memaksanya memberikan tempat duduk itu. Bagi Rosa saat itu apapun warna kulitnya mereka adalah manusia yang sama dan karena itu punya hak yang sama untuk duduk di mana pun mereka inginkan di dalam bis itu! Keteguhan Rosa Parks adalah bagian dari proses boycott yang berlangsung sekitar 2 minggu sejak awal Desember tahun itu. Rosa kemudian ditangkap. Tetapi hasil dari proses perjuangan itu adalah peraturan itu dihapus karena dianggap tidak konstitusional.
Keteguhan Rosa menciptakan, dan kemudian dikenang, sebagai momentum sejarah! Sejarah perjuangan tanpa kekerasan demi pembebasan dari segregasi dalam masyarakat yang rasis!
Martin Luther King, Jr. sudah sangat dikenal dengan pidatonya, I have a dream! Keterpilihan Obama dilihat sebagai perwujudan dari mimpi MLK. Tetapi hari ini mimpi Rosa Park, momentum sederhana tetapi luar biasa yang dia ciptakan di dalam bis itu, turut terwujud.
Dan hari ini, mimpi Amerika juga terwujud, karena dari sekitar 1.800.000 orang yang hadir dari berbagai lapisan masyarakat untuk menyaksikan langsung upacara pelantikan Obama di Washington, D.C. pagi-sore tadi, jumlah generasi muda yang hadir luar biasa besar. Inilah mimpi Amerika yang sedang terwujud itu: keterlibatan dan kepedulian generasi muda untuk membawa perubahan bagi negri mereka dan (semoga) bagi dunia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment