Tuesday, January 20, 2009

President Obama: catatan kedua: Ritual Pelantikan 12:38pm

Say 'Amin" ... 'Amin!", demikian kata-kata penutup benediction dari Pdt. Joseph Lowry, pionir, bersama Martin Luther King, Jr. gerakan anti rasisme di Amerika.
Saya tertarik pada prosesi ritual pelantikan Obama.

Dua hal menarik dari ritual ini adalah

Pertama,
the power of symbolism
Alkitab dan Sejarah
. Presiden Obama memilih menggunakan Alkitab milik Presiden Abraham Lincoln, yang menandatangani deklarasi anti perbudakan, saat pengucapan janjinya sebagai presiden ke-44. First lady, Michelle Obama, memegang Alkitab dan Presiden Obama meletakkan tangan kirinya di atas Alkitab dan tangan kanannya di angkat (tanda kesiapan mengucapkan janji). Ini kali pertama Alkitab itu digunakan sesudah Lincoln menggunakannya saat pelantikannya. Karena bentuknya yang sudah semakin rapuh, maka Library of Congress yang memegang Alkitab ini meminta agar Alkitab tersebut dimasukkan dalam kotak khusus yang tidak akan terganggu oleh sinar ataupun udara dan tidak boleh dibuka. Karena itulah Michelle memegang Alkitab yang tetap tertutup dengan cover khusus.
Makna penting dari simbol ini adalah keputusan Obama untuk mengklaim kembali makna sejarah perbudakan dan penghapusannya yang dinyatakan oleh Abraham Lincoln. Di sini kelihatan bahwa Obama meletakkan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai presiden di atas kesadaran historis yang mendalam. Alkitab menjadi simbol kontinuitas dari sejarah itu, tetapi juga menjadi tanda pengakuan bahwa Allah hadir di dalam kelam dan cerahnya sejarah bangsa Amerika. Di sini makna kalimat penutupnya, yang cenderung menjadi basa-basi politik, "God bless America" menemukan makna yang berbeda! Tidak lagi basa-basi!

Kedua, pidato Obama. Teks lengkapnya mungkin sudah bisa didownload. Dua tema penting menjadi nafas pidato Obama: pelayanan (service) dan tanggung jawab (responsibility). Kelihatannya kedua hal ini sederhana, tetapi ketika ditempatkan dalam keseluruhan pesan, visi, dan refleksi dalam pidato tersebut tampak bahwa Obama ingin mengklaim nilai-nilai luhur dari bangsa Amerika yang memampukan bangsa ini untuk mengembangkan etos hidup yang melayani dengan penuh tanggung jawab. Pidato yang sangat memikat. Orator yang luar biasa; pribadi yang hangat dan rendah hati, suami dan ayah yang penyayang, pemimpin yang visioner, laki-laki kidal, laki-laki yang memahami dan sudah mengalami beratnya hidup dan perjuangan, tetapi, dengan kreativitas dan intelektualitasnya, mengatakan "kita bisa!". Laki-laki yang berani dan teguh berharap akan sesuatu yang lebih baik dan berjuang untuk mewujudkannya. The right person to lead in the right time! Congrats Mr. President!

No comments: